Desa Kesongo merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Sejarah berdirinya desa ini dikenal melalui cerita rakyat mengenai seorang pendatang dari Singosari yang menemukan sembilan mata air di wilayah tersebut. Kisah ini tercantum dalam tulisan berjudul Sejarah Desa Kesongo yang dipublikasikan pada blog desa pada 18 Agustus 2014.
1. Asal-usul nama Desa Kesongo
Menurut cerita yang berkembang di masyarakat dan dimuat dalam tulisan sejarah desa, pada zaman dahulu wilayah Kesongo digambarkan sebagai daerah yang subur, memiliki tanah relatif datar, serta ditumbuhi pepohonan dan semak belukar. Pada masa itu, wilayah tersebut belum memiliki nama.
Kemudian, datang seorang pendatang dari Singosari yang singgah dan berniat menetap di wilayah tersebut. Ketika berkeliling, ia menemukan sembilan mata air. Penemuan itu menginspirasinya untuk memberikan nama wilayah tersebut Desa Kesongo.
Dalam kisah tersebut, kata Kesongo dikaitkan dengan angka sembilan. Sembilan mata air itu dikenal oleh masyarakat dengan sebutan Tok Songo. Konon, sumber air tersebut dimanfaatkan oleh warga untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari, terutama masyarakat yang tinggal di sebelah barat mata air.
Perlu diperhatikan bahwa cerita tersebut merupakan asal-usul berdasarkan tradisi lisan yang dipublikasikan dalam tulisan desa. Tahun pasti berdirinya Desa Kesongo dan bukti sejarah tertulis mengenai pendirinya belum dapat dipastikan dari sumber yang ditemukan.
2. Perkembangan Desa Kesongo pada masa awal
Setelah menemukan sembilan mata air tersebut, menurut cerita yang sama, pendatang dari Singosari itu kembali untuk menjemput anak dan istrinya agar tinggal bersama di Kesongo. Seiring berjalannya waktu, semakin banyak orang datang dan menetap di wilayah tersebut.
Karena jumlah penduduk semakin bertambah, masyarakat kemudian mengangkat pendatang tersebut menjadi demang pertama, yaitu pemimpin masyarakat pada masa itu. Dalam cerita desa, ia disebut memimpin selama kurang lebih 45 tahun.
Keberadaan mata air Tok Songo menjadi bagian penting dari kisah asal-usul desa dan menggambarkan hubungan erat antara kehidupan masyarakat awal dengan sumber daya alam di sekitarnya.
3. Sejarah kepemimpinan Desa Kesongo
Tulisan sejarah desa yang dipublikasikan pada 2014 juga mencantumkan sejumlah nama pemimpin Desa Kesongo dari masa ke masa. Daftar tersebut perlu dibaca sebagai catatan dalam sumber desa lama, bukan sebagai kronologi yang seluruh tanggalnya telah terverifikasi melalui arsip resmi.
|
No.
|
Nama pemimpin
|
Periode yang tercatat
|
|
1
|
Raden Wiryo
|
Sebelum 1860
|
|
2
|
Raden Kartubi
|
1880–1920
|
|
3
|
Mertosuharjo
|
1920–1963
|
|
4
|
Raden Yitnodiharjo
|
1963–1990
|
|
5
|
Dhofari
|
1990–1993
|
|
6
|
Mustainudin
|
1993–2005
|
|
7
|
Achmad Adro’i
|
2005 dan seterusnya menurut catatan lama
|
Sumber: tulisan “Sejarah Desa Kesongo ‘Bermartabat’”, dipublikasikan pada 18 Agustus 2014. Keterangan periode terakhir tidak boleh dianggap sebagai masa jabatan yang masih berlaku saat ini.
4. Letak geografis dan kehidupan masyarakat
Desa Kesongo terletak di sebelah timur kawasan Rawa Pening. Lingkungan alamnya turut memengaruhi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat setempat. Keberadaan Rawa Pening juga membuka peluang bagi pengembangan kegiatan wisata, kuliner, dan pemanfaatan sumber daya lokal.
Dalam perkembangannya, Desa Kesongo tidak hanya menjadi tempat tinggal masyarakat, tetapi juga mengembangkan kegiatan budaya dan pemberdayaan warga. Salah satu contoh dokumentasi kegiatan budaya adalah kunjungan tim riset BRIN dan BRIDA Jawa Tengah pada Maret 2025 untuk menggali sejarah serta silsilah pendiri Desa Kesongo melalui tokoh sejarah dan budaya setempat.
5. Sumber untuk menelusuri sejarah lebih lanjut
Jika ingin memperoleh informasi yang lebih akurat, terutama mengenai nama pendiri, tahun berdirinya desa, dan urutan kepala desa, sumber-sumber berikut dapat dijadikan titik awal.
Untuk memastikan sejarahnya, arsip desa lama, dokumen pemerintahan, serta wawancara dengan sesepuh yang memahami cerita Tok Songo sangat penting.
Kesimpulan: Berdasarkan cerita yang dipublikasikan dalam sejarah desa, Desa Kesongo berawal dari sebuah wilayah yang belum bernama, kemudian dinamai oleh pendatang dari Singosari setelah menemukan sembilan mata air. Wilayah tersebut selanjutnya berkembang menjadi permukiman yang dipimpin oleh seorang demang. Namun, tahun pasti pendirian desa dan identitas historis pendirinya masih memerlukan verifikasi lebih lanjut melalui sumber primer.